Langsung ke konten utama

PEMBELAJARAN DISCOVERY INQUIRY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA NEGERI 4 MUARO JAMBI

         Model pembelajaran discovery-inquiri (discovery-inquiry learning) merupakan gabungan dari model discovery learning dan inquiry (Amien, 1979). Kedua model ini memiliki tujuan yang sama yaitu mengarahkan dan membimbing peserta didik untuk menemukan sendiri jawaban dari permasalahan yang diberikan.

       Pembelajaran discovery-inquiry merupakan pembelajaran yang menitik beratkan pada proses pemecahan masalah, sehingga peserta didik harus melakukan eksplorasi berbagai informasi agar dapat menentukan konsep mentalnya sendiri dengan mengikuti petunjuk pendidik berupa pertanyaan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran.

TAHAPAN UMUM MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRY LEARNING

  • Stimulasi (Stimulation), dalam tahapan ini pendidik mengidentifikasi ketersediaan konten dari aneka sumber belajar yang sesuai dengan materi yang dibahas, untuk dipelajari oleh peserta didik atau dirumuskan beberapa pertanyaan terkait konten tersebut untuk jadi acuan peserta didik dalam membuat persoalan sendiri.
  • Identifikasi Masalah (Problem statement ): memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada dalam konten materi tersebut
  • Mengumpulkan informasi/data (Data collection) : memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggali lebih luas persoalan yang telah dibuat berdasarkan pemahaman dari konten tersebut, melalui pengumpulan berbagai informasi yang relevan dengan cara membaca literatur baik secara online maupun offline, mengamati obyek, wawancara dengan nara sumber atau melakukan uji coba sendiri dan lain-lain oleh peserta didik,
  • Pengolahan informasi/data (Data prossesing): berikutnya peserta didik secara kelompok ataupun mandiri melakukan pengolahan, pengacakan, pengklasifikasian, pentabulasian bahkan penghitungan data pada tingkat kepercayaan tertentu.
  • Verifikasi hasil (Verification): pendidik mengarahkan peserta didik untuk melakukan pembuktian dari hipotesis atau pernyataan yang telah dirumuskan berdasarkan hasil pengolahan informasi yang telah ada. Setelah itu mempresentasikan di depan pendidik dan peserta didik yang lain untuk mendapat masukan.
  • Generalisasi (Generalization ): peserta didik menarik kesimpulan atau generalisasi tertentu berdasarkan hasil verifikasi dan masukan dari pendidik dan peserta didik lainnya.

        Berikut adalah cuplikan pembelajaran Discovery Inquiry Learning yang telah Penulis terapkan didalam pembelajaran.


                            

        Latar belakang Penulis menerapkan  pembelajaran  Discovery Inquiry Learning adalah pada saat diberikan assemen diagnostik kepada peserta didik diawal pertemuan didapat bahwa ada beberapa peserta didik yang kurang berminat dengan pelajaran fisika, ada beberapa kebiasan belajar peserta didik yang berbeda. Yakni ada yang suka belajar melalui melihat video-video (Audio-visual) ada juga yang senang belajar dengan membaca buku (visual), dan ada juga yang senang bereksperimen (melakukan percobaan-percobaan).

        Dari latang belakang diatas Penulis ingin membuat siswa agar berminat untuk belajar fisika dan aktif didalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery- inquiry learning dengan memanfaatkan teknologi didalam pembelajaran yakni menggunakan portal rumah belajar diantaranya fitur sumber belajar, laboratorium maya, dan bank soal. Pembelajaran yang diterapkan yakni pembelajaran berdiferensiasi menggunakan karakteristik proses dengan memvariasikan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik.
    
        Dengan memvariasikan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery inqury learning diharapkan siswa dapat memahami konsep fisika dan dapat menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari. Dan diharapkan nantinya siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya

            Aksi (sinopsis konten video) mulai dari pengelompokkan siswa berdasarkan kebiasaan belajarnya yakni dikelompokkan berdasarkan 
1. Kelompok 1 dan 3 Yang suka belajar melalui melihat video-video (Audio-visual)
2. Kelompok 2 dan 4 Yang senang belajar dengan membaca buku (visual). 
3. Kelompok 5 Yang senang bereksperimen (melakukan percobaan-percobaan). 

            Setiap kelompok mencari informasi sesuai dengan kebiasaan belajarnya, setiap kelompok bekerja sesuai dengan LKPD yang telah diberikan guru. Peserta didik diberi waktu beberapa menit untuk mencari informasi kebeberapa sumber kemudian didiskusikan didalam kelompoknya, setelah selesai mengcroscek hasil diskusinya peserta didik siap mempresentasikan hasil diskusi dan hasil pengamatannya didepan kelas. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas, kemudian kelompok yang lainnya menanggapi hasil diskusi kelompok yang tampil kedeapan dengan menyamakan persepsi sesuai dengan sumber-sumber dan referensi yang ada. Guru hanya sebagai fasilitator didalam pembelajaran, jika ada yang tidak sesuai dengan konsep yang ada, guru memberikan konfimasi tentang materi yang telah dipresentasikan sesuai dengan konsepnya. Setelah semua kelompok mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas, Bersama-sama siswa guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan, kemudian melakukan latihan bersifat daring dengan memanfaatkan teknologi yakni menggunakan portal rumah belajar diantaranya fitur sumber belajar, laboratorium maya, dan bank soal.didalam pembelajaran melalui google classroom. 

               Dengan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik dan memanfaatkan teknologi didalam pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan tidak membosankan yang melibatkan siswa secara langsung didalam proses pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil pembelajaran.   

                   Refleksi terkait hasil dan dampak, didalam pembelajaran fisika siswa mulai tertarik dengan pembelajaran fisika dan siswa berperan aktif didalam pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi didalam pembelajaran serta mengelompokkan siswa sesuai dengan kebiasaan belajarnya. Siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan dan mendapatkan hasil pembelajaran yang memuaskan. Untuk hasilnya dinilai efektif karena pembelajaran berpihak kepada siswa, guru hanya sebagai fasilitator didalam pembelajaran, ssiwa berperan aktif didalam proses pembelajarn dan hal ini dapat terlihat dari lembar penilaian psikomotor siswa didalam pembelajaran. Walaupun masih ada siswa yang belum berani mengemukakan pendapatnya didalam kelompok dan didepan kelas, ini masih bisa diatasi dengan selalu memberikan motivasi agar pada pertemuan berikutnya siswa berani mengemukakan pendapatnya baik didalam kelompok ataupun didapan kelas. Sedangkan untuk hasil refleksi kognitif hampir semua siswa mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. 

                Respon orang lain terkait pembelajaran discovery inquiry learning ini sangat postif, beberapa teman sejawat saya berminat untuk melakukan pembelajaran dengan strategi yang sama dengan yang saya lakukan dikelasnya, yakni memanfaatkan teknologi didalam pembelajaran dan mengelompokkan siswa berdasarkan kebiasaan belajarnya serta menggunakan beberapa sumbersumber didalam proses pembelajaran, yakni sumber internet, buku-buku sumber dan bereksperimen. Faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan adalah sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran diantaranya LCD, Laptop, buku-buku sumber, HP dan LKPD yang diberikan kepada siswa didalam proses pembelajaran.

#PusdatinKemdikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2022

#DutaTeknologiKemendikbudristek

#RumahBelajar2022

#PlatformMerdekaMengajar

#BerbagiTIK

Komentar